Program literasi digital diperluas ke sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat kota. Kegiatan ini memperkenalkan penggunaan internet yang aman, cara memeriksa informasi, serta pemanfaatan perangkat digital untuk mendukung proses belajar.
Selain siswa, pelatihan juga menyasar guru agar materi dapat diteruskan secara mandiri. Modul pembelajaran dibuat sederhana dan disesuaikan dengan kondisi jaringan, sehingga sekolah dengan koneksi terbatas tetap dapat mengikuti kegiatan melalui materi luring.
Guru menjadi penggerak utama
Pendamping menekankan pentingnya menjaga data pribadi, mengenali penipuan digital, dan menghormati etika berkomunikasi di ruang daring. Siswa juga diajak membuat karya sederhana seperti presentasi, poster informasi, dan dokumentasi kegiatan sekolah.
Dengan pendekatan bertahap, literasi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.



